Semua sistem
informasi sewaktu-waktu akan berubah. Perawatan, perbaikan sereta perawatan sistem adalah
kegiatan yang membuat perubahan ini.
A. SEHARAH SINGKAT
Suatu kombinasi
dari berbagai tindakan yang dilakukan untuk menjaga suatu sistem dalam, atau
memperbaikinya sampai, suatu kondisi yang bisa diterima. Pada bulan April 1970
didefinisikan sebuah istilah untuk Teknologi Pemeliharaan yang mencakup
pengertian yang lebih luas dari pada pengertian Pemeliharaan diatas. Istilah ini
adalah Teroteknologi. Merupakan siklus terakhir dari SDLC yaitu dengan
pemeriksaan periodik, audit dan permintaan pengguna akan menjadi source untuk
melakukan perawatan system diseluruh masa hidup system.
B. PENGERTIAN PERAWATAN PANEL ELEKTRONIK
Panel
adalah susunan beberapa bidang yang membentuk suatu kesatuan bentuk dan
fungsi. Panel listrikmerupakan
tempat pengaturan pembagi dan pemutus aliran listrik. Pintu panel adalah daun
pintu yang terdiri dari beberapa keping papan kayu solid dirangkai oleh
rangka/ram.
Panel
kontrol listrik adalah peralatan yang
berfungsi untuk mengatur dan mengendalikan beban listrik di
bengkel listrik atau industri yang mengunakan motor listrik sebagai
penggeraknya.Pada umumnya pengontrolan di industri ada dua jenis yaitu jenis
manual dan jenis otomatis. Pengontrolan manual adalah pengontrolan motor
listrik yang dilayani dengan alat kontrol manual. Alat kontrol manual antara
lain menggunakan: TPDT, Saklar pisau, Saklar ON/OFF, Pengontrolan tromol (drum
controller)Pengontrolan otomatis adalah pengontrolan motor listrik yang
menggunakan peralatan listrik tanpa melibatkan manual. Komponen dalam panel
kontrol antara lain: Saklar magnet/Magnetic Contactor, Pengaman motor,
Time Delay relay (TDR), Tombol tekan ON (Push button on), Tombol tekan OFF(Push
button off), Lampu indikator, Konduktor/Kabel, Rel omega, Rel sirip, Terminal
deret legrand.
C.
KEPERLUAN PEMELIHARAAN
SISTEM
Sistem perlu
dipelihara karena beberapa hal, yaitu :
1. Sistem memiliki kesalahan
yang dulunya belum terdeteksi, sehingga kesalahan-kesalahan sistem perlu
diperbaiki.
2. Sistem mengalami
perubahan-perubahan karena permintaan baru dari pemakai sistem.
3. Sistem mengalami perubahan
karena perubahan lingkungan luar (perubahan bisnis).
4. Sistem perlu ditingkatkan.
Biaya
pemeliharaan sistem sering diabaikan. Kenyataannya biaya pemeliharaan sistem
merupakan biaya yang cukup besar. Biaya pemeliharaan perangkat lunak telah
terus menerus naik selama 25 tahun terakhir. Beberapa perusahaan membelanjakan
80% atau lebih dari anggaran sistem mereka pada pemeliharaan perangkat lunak.
D. JENIS PEMELIHARAAN SISTEM
Pemeliharaan
sistem dapat digolongkan menjadi empat jenis :
§ Pemeliharaan Korektif
§ Pemeliharaan Adaptif
§ Pemeliharaan Perfektif
(Penyempurnaan)
§ Pemeliharaan Preventif
Pemeliharaan
Korektif
Pemeliharaan
korektif adalah bagian pemeliharaan sistem yang tidak begitu tinggi nilainya
dan lebih membebani, karena pemeliharaan ini mengkoreksi kesalahan-kesahan yang
ditemukan pada saat sistem berjalan.
Umumnya
pemeliharaan korektif ini mencakup kondisi penting atau bahaya yang memerlukan
tindakan segera. Kemampuan untuk mendiagnosa atau memperbaiki kesalahan atau
malfungsi dengan cepat sangatlah berharga bagi perusahaan.
Pemeliharaan Adaptif
Pemeliharaan
adaptif dilakukan untuk menyesuaikan perubahan dalam lingkungan data atau
pemrosesan dan memenuhi persyaratan pemakai baru. Lingkungan tempat sistem
beroperasi adalah dinamik, dengan demikian, sistem harus terus merespon
perubahan persyaratan pemakai. Misalnya, Undang-Undang Perpajakan yang baru
mungkin memerlukan suatu perubahan dalam kalkulasi pembayaran bersih.
Umumnya
pemeliharaan adatif ini baik dan tidak dapat dihindari.
Pemeliharaan Penyempurnaan
Pemeliharaan
penyempurnaan mempertinggi cara kerja atau maintainabilitas (kemampuan untuk
dipelihara). Tindakan ini juga memungkinkan sistem untuk memenuhi persyaratan
pemakai yang sebelumnya tidak dikenal. Ketika membuat perubahan substansial
modul apapun, petugas pemeliharaan juga menggunakan kesempatan untuk
mengupgrade kode, mengganti cabang-cabang yang kadaluwarsa, memperbaiki
kecerobohan, dan mengembangkan dokumentasi.
Sebagai
contoh, kegiatan pemeliharaan ini dapat berbentuk perekayasaan ulang atau
restrukturisasi perangkat lunak, penulisan ulang dokumentasi, pengubahan format
dan isi laporan, penentuan logika pemrosesan yang lebih efisien, dan pengembangan
efisiensi pengoperasian perangkat.
Pemeliharaan Preventif
Pemeliharaan
Preventif terdiri atas inspeksi periodik dan pemeriksaan sistem untuk
mengungkap dan mengantisipasi permasalahan. Karena personil pemeliharaan sistem
bekerja dalam sistem ini, mereka seringkali menemukan cacat-cacat (bukan
kesalahan yang sebenarnya) yang menandakan permasalahan potensial. Sementara
tidak memerlukan tindakan segera, cacat ini bila tidak dikoreksi di tingkat
awal, jelas sekali akan mempengaruhi baik fungsi sistem maupun kemampuan untuk
memeliharanya dalam waktu dekat.
D.1.
Memelihara Perangkat Lunak
Perangkat
lunak aplikasi mungkin terstruktur mungkin pula tidak, atau mungkin
didokumentasikan mungkin pula tidak. Beberapa perangkat lunak yang tidak
terstruktur dan tidak didokumentasikan mungkin hampir tidak dapat dipelihara.Sebenarnya
salah satu sebab utama mengapa pemeliharaan sistem memerlukan anggaran sistem
yang amat banyak adalah karena kenaikan tenaga yang dibutuhkan untuk mencoba
memelihara perangkat lunak yang didokumentasikan serta distruktur secara
acak-acakan.
Di
lain pihak program perangkat lunak yang tidak terstuktur dan tidak
terdokumentasi juga tidak dapat dipelihara. Seandainya suatu perubahan dalam
operasi memaksa program itu untuk berubah, maka program itu harus disingkirkan
dan dikembangkanlah program baru. Sehinga menyia-nyiakan semua sumber yang
dikeluarkan untuk membangun program asli yang tidak dapat dipelihara tersebut,
belum lagi kerugian operasi bisnis bila hari yang ditentukan tiba.
D.2.
Memelihara Perangkat Keras
Pemeliharaan
perangkat keras terutama pemeliharaan preventif yang memerlukan reparasi,
penggantian, atau penambahan suku cadang dan komponen untuk merestorasi atau
menjaga agar perangkat keras tetap bekerja dengan baik. Komponen perangkat
keras sistem informasi sebaiknya dicek dan diservis secara periodik.
E.
PROSEDUR UNTUK
MEMELIHARA SISTEM
System Maintainability
(kemampuan pemeliharaan sistem) adalah kapasitas personil pemeliharaan untuk
melakukan pemeliharaan korektif, adaptif, penyempurnaan, atau preventif. Semakin
mudah suatu sistem dipelihara, semakin kecil pula tenaga dan biaya yang harus
dikeluarkan untuk memelihara sistem.
Maintainabilitas
(maintainability) sistem bertambah
jika sistemnya dirancang agar mudah diubah. Aspek ini meliputi
prosedur-prosedur berikut :
1.
SDLC (System
Development Life Cycle) dan SWDLC (Software Development Life Cycle).
Aplikasi
yang profesional dalam SDLC dan SWDLC dan teknik maupun perangkat modeling yang
mendukungnya adalah hal-hal keseluruhan yang terbaik yang dapat seseorang
lakukan untuk meningkatkan maintainabilitas sistem.
2. Definisi Data Standar.
Trend
ke arah sistem manajemen database relasional mendasari dorongan ke normalisasi
data dan definisi data standar.
3. Bahasa Pemrograman Standar.
Penggunaan
bahasa pemrograman standar, misalnya C atau COBOL, akan mempermudah pekerjaan
pemeliharaan.
Jika
perangkat lunak C atau COBOL berisi dokumentasi internal yang jelas dan
lengkap, seorang programmer pemeliharaan pemula atau pemakai dapat memahami apa
yang sedang dikerjakannya. Lagipula C dan COBOL adalah bahasa Universal yang
umumnya diketahui oleh sejumlah besar orang. Dengan demikian penggantian
programmer pemeliharaan tidak begitu berdampak negatif pada kemampuan
perusahaan untuk memelihara program C atau COBOL lama.
4. Rancangan Moduler.
Programmer
pemeliharaan dapat mengganti modul program jauh lebih mudah daripada jika ia
berurusan dengan keseluruhan program.
5. Modul yang Dapat Digunakan
Kembali.
Modul
biasa dari kode yang dapat digunakan kembali, dapat diakses oleh semua aplikasi
yang memerlukannya.
6. Dokumentasi Standar.
Diperlukan
sistem, pemakai, perangkat lunak dan dokumentasi operasi yang standar sehingga
semua informasi yang diperlukan untuk beroperasi dan pemeliharaan aplikasi
khusus akan tersedia.
7. Kontrol Sentral.
Semua
program, dokumentasi, dan data tes seharusnya diinstal dalam penyimpanan pusat
dari sistem CASE (Computer-Aided Software
Engineering atau Computer-Assisted
Software Engineering).
F. TUJUAN PEMELIHARAAN SISTEM
·
Untuk memperpanjang usia kegunaan asset
dari system tersebut. Hal ini terutama penting dinegara berkembang karena
kurangnya sumber daya modal untuk penggantian. Dinegara-negara maju
kadang-kadang lebih menguntungkan untuk ‘mengganti’ daripada ‘memelihara’.
·
Untuk menjamin ketersediaan optimum
peralatan
·
Untuk menjamin kesiapan operasional dari
seluruh peralatan yang diperlukan dalam keadaan darurat setiap waktu.
·
Untuk menjamin keselamatan orang yang
menggunakan sarana tersebut
G.
MENGELOLA PEMELIHARAAN
SISTEM
Tantangan mengelola
pemeliharaan sistem adalah sama dengan tantangan mengelola usaha-usaha lain.
Yaitu tantangan untuk mengelola manusia. Prioritas utama untuk mengarahkan
pemeliharaan sistem adalah mengumpulkan sekelompok pemelihara yang berkompeten
dan termotivasi, serta menyuplai mereka
dengan perangkat dan sumber-sumber untuk melakukan pemeliharaan sistem
yang terjadwal maupun tidak terjadwal.
Pemeliharaan
sistem terjadwal dapat dibuat menurut kalender atau diagram Gantt. Pemeliharaan
tidak terjadwal biasanya dilakukan atas inisiatif pemakai dan operator.
Bagaimanapun juga pihak manajemen seharusnya menetapkan suatu cara untuk
mengawali, merekam, dan mengevaluasi aktivitas pemeliharaan. Dengan melalui
evaluasi kegiatan pemeliharaan, seorang manajer akhirnya dapat mengoptimalkan
program pemeliharaan sistem secara keseluruhan.
(dawa)









No comments:
Post a Comment
MBLB