Seperti biasanya saat pagi
menjelang, azan subuh berkumandang “Allahuakbarullahuakbar....”
Herman terjaga dari tidur nyenyaknya, menguap lebar sambil merenggang badan
untuk melepas kekakuan yang mengikat tubuhnya. Herman bergegas, berpakaian
lengkap dengan sarung, tak lupa ia kenakan peci dikepala, lalu beranjak
kemesjid untuk melaksanakan kewajibannya...
Sunday, 6 September 2015
Masa Konfilk; Sepenggal Kisah di Bumi Aceh
Tahun 2002, Zaki
tak mengingat persis tanggal dan bulannya secara pasti, yang jelas dihari
itu Zaki merasakan ketakutan yang
teramat dalam, tak lain dan tak bukan penyebabnya adalah gemuruh kontak
senjata terjadi dihari itu yang membuat semua orang tersedu-sedu dalam
ketakutan. Zaki yang ketika itu masih berumur delapan tahun, tahu betul bahwa
kontak antara dua pasukan bersenjata sedang berlangsung.
Labels:
Cerpen,
Kisah Teladan,
Opini
Subscribe to:
Comments (Atom)








